50 Tahun Gerakan Koperasi Kredit Indonesia

posted in: Admin | 4

Sejarah Koperasi Kredit sesungguhnya sudah ada praktik simpan pinjam di Indonesia. Beberapa

perkumpulan simpan pinjam mulai menerapkan prinsip Raiffeisen. Sedangkan perkembangan Gerakan Koperasi Kredit di Indonesia bermula dari beberapa rohaniawan Katholik ditugaskan untuk pengembangan sosial ekonomi. Salah satu diantaranya adalah Romo Rev. Karl Albrecht SJ (Romo Karim Arbie SJ) bertugas dalam pengembangan Koperasi Kredit di Indonesia beserta relawan lainnya seperti Robby Tulus, AG. Lunandi, M. Woeryadi, PM. Sitanggang, Ibnoe Soedjono, dan H. Woeryanto.

Tahun 1970, Romo Karim Arbie SJ bersama teman-teman mendirikan Credit Union Counseling

Office (CUCO), badan pengembangan koperasi kredit. Lembaga ini memberikan konsultasi kepada

masyarakat untuk mengembangkan koperasi kredit di seluruh wilayah Indonesia. Pada saat itu, kurang mendapat tanggapan positif dari pemerintah. Akhir tahun 1970-an, Romo Karim Arbie SJ mengundurkan diri dari direktur CUCO dan menyerahkan tugasnya kepada Drs. Robby Tulus.

Untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah, CUCO menghadap Direktur Jenderal Koperasi Departemen Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi. Atas dukungan Ir. Ibnoe Sudjono, CUCO dapat mengembangkan Credit Union di Indonesia dengan menyesuaikan diri pada ketentuan-ketentuan dalam UU No. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian di Indonesia. Sejak saat itulah secara nasional nama Koperasi Kredit digunakan menggantikan Credit Union. Sedangkan Credit Union Counseling Office (CUCO) diganti menjadi Biro Konsultasi Koperasi Kredit (BK3). Perjalanan panjang menumbuhkan benih-benih kopdit, pada awalnya banyak pihak luar negeri memberi dukungan dana untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan. Sehingga kopdit dapat tumbuh merata di seluruh wilayah Indonesia. Sejak tahun 2000-an barulah CUCO Indonesia membiayai sendiri (swadaya).

Kini Gerakan Koperasi Kredit Indonesia telah menginjak di usia ke-50 tahun. Dalam momen Rapat

Anggota Khusus INKOPDIT (RAK INKOPDIT) pada Sabtu, 07 Desember 2019 di Wisma INKOPDIT, Jakarta menetapkan Pemenang Lomba Desain Logo 50 Tahun GKKI. Dewan juri yang terdiri dari lima pengurus INKOPDIT memutuskan bahwa: Karya Agung K. Noertjahjono dari Koperasi Kredit Krida Rahardja (PUSKOPDIT BKCU Kalimantan) sebagai pemenang pertama.

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.